Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

padangmedia.com - PADANG- Perpustakaan Daerah Sumatera Barat termasuk salah satu dari perpustakaan terbaik di Indonesia. Hal itu , diungkapkan Supriyanto, Deputi Bidang Pengembangan Sumber daya Perpustakaan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, usai menghadiri sosialisasi pelayanan perpustakaan dan kearsipan Sumatera Barat, Kamis, (18/02), di Jalan Adinegoro, Padang.

“Perpustakaan Sumbar termasuk empat perpustakaan yang terbaik di Indonesia, karena memenuhi enam kriteria yaitu jumlah koleksi yang mencapai 30000 judul, tenaganya yang terampil, sarana dan prasarana memadai, layanan maksimal, pengelolaan yang baik, serta pengunjung pustaka yang ramai. Oleh sebab itu beragam upaya akan dilakukan untuk membantu perpustkaan ini untuk kembali menjadi yang terbaik,” jelas Supriyanto.

Perpustakaan terbaik adalah yogyakarta, kemudian Semarang, Ambon dan Sumatera Barat. Karena gempa yang lalu, apakah perpustakaan Sumbar bisa kembali menjadi yang terbaik, pihak Perpusnas akan mengusahakan untuk mendukung perpustakaan wilayah Sumbar untuk membenahi dan meraih kembali prestasi terbaik itu.

Salah satu bentuk kepedulian membantu Perpustakaan Daerah Sumbar pasca gempa, Perpustakaan Nasional RI bersama IKAPI pusat menyumbangkan sekitar 5000 buku, untuk menambah jumlah koleksi di perpustkaan ini yang banyak hilang akibat gempa.

Selain itu Supriyanto juga mengajak pemerintah daerah dan pihak swasta bekerja sama dalam meningkatkan minat baca masyarakat di daerah. Supriyanto menyatakan bahwa saat ini sebagai stimulus meningkatkan minat baca, Perpustakaan nasional RI memberikan ke tiap daerah satu unit perpustakaan keliling atau pustaka terapung.

“Kami saat ini memberikan di tiap daerah satu unit mobil pustaka keliling atau perpustakaan keliling, agar masyarakat di tiap daerah yang sulit menjangkau perpustakaan permanen bisa menikmati koleksi buku yang ada di perpustakaan. Namun hal ini sebaiknya didukung oleh pemerintah dan swasta, sehingga jumlahnya meningkat,” ungkap Supriyanto.

Peningkatan minat baca tak hanya akan dilakukan di perpustakaan daerah, namun juga dilakukan di sekolah. Sesuai UU No.25/2008, setiap sekolah harus mengangkat kepala perpustakan sekolah. Hal ini dilakukan agar tenaga pendidik dan anak didik dapat lebih memanfaatkan perpustakaan di sekolah masing masing.

Sementara itu, tambah Supriyanto, tiga tahun dari sekarang akan diterapkan perpustakanaan digital. Hal ini diterapkan agar setiap perpustakaan daerah di Indonesia terhubung dengan perpustakaan nasional RI di Jakarta.

“Softwarenya telah dibagikan ke seluruh perpustakaan dan arsip daerah di Indonesia . Jadi 33 pustaka di tiap daerah dan 500 pustaka kabupaten/kota akan terhubung dalam satu database,” ulasnya. (dodo)