Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

PADANG – Bagian Jantung Fakultas Kedokteran Unand, menghasilkan lulusan pertama dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Lulusan itu Hauda El Rasyid, dengan nilai baik dan sangat memuas kan. Ia dinyatakan lulus kare na berhasil menyelesaikan semua modul yang ada.

PENJELASAN

Bagian jantung dan pembuluh darah FK Unand berdiri pada November 2004, yang diprakarsai Prof. Asnil Sahim. “Lulusnya Hauda merupakan hal yang sangat membanggakan bagi kami. Sebab dari 21 calon dokter spesialis jatung, dia mampu lulus dengan nilai baik dan sangat memuaskan,” terang Ketua Bagian Jantung FK Unand, Masrul Syafri dalam keterangan persnya di RSUP. M. Djamil Padang, Selasa (18/12).
Dikatakannya, Hauda dinyatakan lulus oleh tim pen

guji baik lokal maupun nasional sebagai anak sulung dari ilmu penyakit jantung dan pembuluh darah di FK Unand. Ia diuji oleh tim yang terdiri para profesor lokal dan nasional, yaitu Prof. Dede Kusmana sebagai ketua, Prof. Harmani Kalim, Prof. Idris Idham, Prof Asnil Sahim, dr. Muhammad Syukri, dr. Yerizal Karani, dr. Masrul Syafri dan dr. M. Fadil.
Angkatan pertama program dokter spesialis ilmu penyakit jantung dan pembuluh darah 21 orang baru Hauda yang berhasil menyelesaikan pendidikannya. Sebelum 2000 pendidikan dokter spesialis tersebut berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Namun pada 2010 FK Unand mulai mandiri dan mampu menghasilkan lulusan sendiri, berdasarkan SK Departemen Pendidikan Nasional Dirjen Pendidikan Tinggi No. 1845/D/T/2009. FK Unand merupakan salah satu dari 12 pusat jantung terbesar di In donesia yang saat ini mendi dik 20 calon dokter spesialis.
Hauda lulus sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menambah deretan dokter spesialis jantung menjadi delapan orang.
Asnil Sahim mengatakan, bagian jantung dan pembuluh darah, merupakan bagian terakhir di FK Unand. Pendiriannya tidak mudah dan mengalami banyak rintangan. Namun itu bisa terlewati para perintisnya. Apalagi saat ini bagian tersebut sudah meluluskan dokter spesialis pertama. Program itu mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.
“Pendirian bagian ini melalui proses panjang. Dimulai dari kebutuhan mendesak ketersediaan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Padang, yang harus merawat gubernur dan wakil gubernur yang sakit jantung pada waktu itu. Mereka saat ini yang sudah mampu memberikan pelayanan primer serangan jantung dalam 90 menit pertama, untuk tindakan primary PCI, sebagai tata laksana terbaik untuk penyakit serangan jantung,” kata Asnil.
Pertambahan jumlah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Sebab mereka tidak perlu lagi berobat ke luar negeri namun ke RSUP M. Djamil Padang.
Di Indonesia, kebutuhan untuk dokter spesialis mencapai 1.000 orang. Sedangkan Sumbar minimal dua dokter untuk masing-masing kabupaten/kota.
Sementara itu, Muhammad Syukri mengatakan, jumlah penderita jantung koroner di Sumbar pada 2010 lalu mencapai 30 persen dari jumlah penduduk. Itu disebabkan karena berbagai faktor, mulai rokok, makanan berlemak, penyakit gula, obesitas dan lainnya. Umur pasien termuda yang pernah ditangani 28 tahun. Sedangkan usia yang sangat berisiko terjangkit penyakit tersebut sekitar 40 tahun.
“Saat ini seluruh tempat tidur penuh, ruangan selalu over capacity. Tak jarang yang antre,” terang Syukri.
Pada 2013 Bagian Jantung dan Pembuluh Darah FK Unand akan menerima empat dokter spesialis. Keberadaan bagian itu untuk mendidik dokter umum, di samping dokter SpPD dan SpA yang ingin menjadi SpJP. (107)